Saya rindu keluarga saya.
Walaupun sudah menelefon mereka, saya masih merindui mereka.
Lagi2 ayah saya.
Dari kecil sampai sekarang, ramai yang kata saya anak ayah. Semua sama, muka pun.
Say tak boleh deny tentang tu.
Walaupun jarang berbual dengan ayah, tetapi once berbual itu, banyak pesanan2nya kepada saya.
Ayah,
terima kasih atas segala bimbingan dan nasihat ayah selama ini.
terima kasih kerana telah membesar anak2 ayah ini.
Ayah,
semoga ayah sentiasa berada dalam keadaan sihat wal'afiat.
semoga ayah dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna di sana.
semoga ayah pulang ke Malaysia dengan selamatnya.
Akhir sekali, saya sangat merindui ayah saya. :(
Thursday, October 27, 2011
Sunday, October 23, 2011
Friday, October 7, 2011
Sejenak ku terdetik..
Assalamualaikum wbt.
Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menghirup udara di dunia ini.
Telah berlalu hari-hari yang meletihkan.
Telah tiba hari minggu yang dinanti-nantikan.
Tatkala ku berada sendirian, terdetik pada hati ini tentang masa hadapanku, tentang cita-citaku dan matlamatku.
Apa yang perlu ku lakukan untuk masa hadapan?
Apakah segulung ijazah sudah memadai buat diriku?
Adakah itu matlamat utama hidupku?
Persoalan itu dengan sendirinya terjawab pabila ku teringat pesanan kakak2 ku dahulu.
'Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu' (51:56)
'Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi....' (2:30)
Ya Allah, maafkanlah diri ini yang sering lupa.
Lupa tujuan Engkau menciptakan diri ini.
Tatkala diri disibukkan dengan hal duniawi, ku terlupa ku dihidupkan adalah untuk beribadah kepadaNya dan menyampaikan syariat-syariatNya.
Diri ini perlu diingatkan selalu tentang tujuan hidup ini.
Diri ini perlu melakukan apa yang disyariatkan ke atas diri ini, iaitu Abid dan Khalifah.
Diri ini perlu berfikir selalu sebelum mengambil sesuatu keputusan agar tidak tersasar daripada jalan mencari keredaan Ilahi.
Ya Allah, tunjukkanlah ku jalan yang diredaiMu.
Ya Allah, tetapkanlah hatiku yang senang berbolak-balik ini.
Ya Allah, ku mohon agar Engkau memberikan yang terbaik buatku.
Amin.
Daripada Abu Hurairah r.a, pula diriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda "Sesiapa yang Allah mahukan kebaikan baginya, Dia (Allah) memberinya kefahaman dalam Ad-Din" (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menghirup udara di dunia ini.
Telah berlalu hari-hari yang meletihkan.
Telah tiba hari minggu yang dinanti-nantikan.
Tatkala ku berada sendirian, terdetik pada hati ini tentang masa hadapanku, tentang cita-citaku dan matlamatku.
Apa yang perlu ku lakukan untuk masa hadapan?
Apakah segulung ijazah sudah memadai buat diriku?
Adakah itu matlamat utama hidupku?
Persoalan itu dengan sendirinya terjawab pabila ku teringat pesanan kakak2 ku dahulu.
'Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu' (51:56)
'Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi....' (2:30)
Ya Allah, maafkanlah diri ini yang sering lupa.
Lupa tujuan Engkau menciptakan diri ini.
Tatkala diri disibukkan dengan hal duniawi, ku terlupa ku dihidupkan adalah untuk beribadah kepadaNya dan menyampaikan syariat-syariatNya.
Diri ini perlu diingatkan selalu tentang tujuan hidup ini.
Diri ini perlu melakukan apa yang disyariatkan ke atas diri ini, iaitu Abid dan Khalifah.
Diri ini perlu berfikir selalu sebelum mengambil sesuatu keputusan agar tidak tersasar daripada jalan mencari keredaan Ilahi.
Ya Allah, tunjukkanlah ku jalan yang diredaiMu.
Ya Allah, tetapkanlah hatiku yang senang berbolak-balik ini.
Ya Allah, ku mohon agar Engkau memberikan yang terbaik buatku.
Amin.
Daripada Abu Hurairah r.a, pula diriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda "Sesiapa yang Allah mahukan kebaikan baginya, Dia (Allah) memberinya kefahaman dalam Ad-Din" (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Sunday, October 2, 2011
A good friend
“And the Day the wrongdoer will bite on his hands [in regret] he will say, “Oh, I wish I had taken with the Messenger a way. Oh, woe to me! I wish I had not taken that one as a friend. He led me away from the remembrance after it had come to me. And ever is Satan, to man, a deserter.” [Al-Furqan 28-30]
In these verses, we can see that Allah has described a person who regret of his wrongdoing. He regret of taking Satan as his friend. So, let we ask ourselves, do we take Satan as our friend? For sure we deny about it right?!
Let me ask you, what is a friend?
A friend is the one that we spend most of our time with. But there are two types of friend. One is the one that will lead us to the remembrance of Allah, and another one is the one that will lead us away from the remembrance.
Let say that a friend is the one we spent time the most. So, can we say that Facebook, mysoju, twitter, anime are our friends too? For sure yup. But are these friends a good one? or these friends are the one that will bring us away from the remembrance of Allah?
Hurm. This may not seem too relevant, but think carefully and deeply. It just makes sense.
But, not only Facebook or mysoju that we consider them as a friend, but in this context, it can be anyone who leads us away from Allah. To avoid it, we should be friend with the one that helps us in remembrance of Allah. It doesn't mean we have to cut our friendship with those who are not. But, we can be the one that bring them in the remembrance of Allah.
In conclusion, be the one that bring people to the remembrance of Allah and minimize of spending time with the 'virtual' friends that leads us away from Allah.
*to remind my own self too..
In these verses, we can see that Allah has described a person who regret of his wrongdoing. He regret of taking Satan as his friend. So, let we ask ourselves, do we take Satan as our friend? For sure we deny about it right?!
Let me ask you, what is a friend?
A friend is the one that we spend most of our time with. But there are two types of friend. One is the one that will lead us to the remembrance of Allah, and another one is the one that will lead us away from the remembrance.
Let say that a friend is the one we spent time the most. So, can we say that Facebook, mysoju, twitter, anime are our friends too? For sure yup. But are these friends a good one? or these friends are the one that will bring us away from the remembrance of Allah?
Hurm. This may not seem too relevant, but think carefully and deeply. It just makes sense.
But, not only Facebook or mysoju that we consider them as a friend, but in this context, it can be anyone who leads us away from Allah. To avoid it, we should be friend with the one that helps us in remembrance of Allah. It doesn't mean we have to cut our friendship with those who are not. But, we can be the one that bring them in the remembrance of Allah.
In conclusion, be the one that bring people to the remembrance of Allah and minimize of spending time with the 'virtual' friends that leads us away from Allah.
*to remind my own self too..
Friday, September 30, 2011
Refleksi
Salam.
Kadang kala kita rasa diri kita berada dalam kesusahan yang tak terhingga. Tapi bukankah masih ada orang lain yang kurang bernasib baik dari kita?
Kadang kala kita rasa kita sudah cukup dengan amalan-amalan harian kita. Tapi ingatlah setakat mana sahaja amalan-amalan kita itu berbanding amalan-amalan para sahabat pada zaman Rasulullah saw dahulu kala?
Kadang kala kita rasa kita sudah cukup pandai. Tapi adakah kepandaian yang ada pada kita ini memberi manfaat kepada orang lain atau hanya sekadar untuk diri sendiri?
Kadang kala kita rasa kita sudah cukup baik. Tapi adakah kita menggunakan kebaikan itu untuk menolong orang lain?
Wahai teman,
Sentiasalah bersyukur dengan rezeki dan nikmat yang kita terima daripada-Nya.
Perbanyakkanlah lagi amalan-amalan kita sebagai bekal untuk dibawa ke akhirat nanti.
Kongsikanlah dan ajarkanlah yang lain apa yang kamu tahu, agar orang lain dapat manfaatnya juga.
Hulurkanlah tanganmu agar dapat meringankan beban orang lain.
Wahai teman,
Ingatlah hidup di dunia ini hanyalah sementara.
Yang kekal abadi, hanyalah di akhirat kelak.
Marilah kita bercucuk tanam di dunia ini, agak kelak berhasillah di akhirat nanti.
Sesungguhnya dunia ini umpama ladang akhirat.
*Ingatan buat diri sendiri juga*
Thursday, September 22, 2011
Secerah Pawana
Seindah sedamai pantai melambai gemalai
Begitulah hati merindu kasih yang padu
Bagaikan pepasir basah di simbah lautan
Begitulah perjuangan ini
Biar basah dengan iman dan ukhwah
Kita ingin segalanya indah
Sebersih pasir pantai memutih
Seindah dan secerah pewarna
Berseri ukhwah dipupuk kasih
Kita ingin segala terlerai
Dengki dan dendam kesumat musnah
Biar keihklasan berbicara
Di dada hati luas saujana
Secerah Pawana-Nazrey Johani
Begitulah hati merindu kasih yang padu
Bagaikan pepasir basah di simbah lautan
Begitulah perjuangan ini
Biar basah dengan iman dan ukhwah
Kita ingin segalanya indah
Sebersih pasir pantai memutih
Seindah dan secerah pewarna
Berseri ukhwah dipupuk kasih
Kita ingin segala terlerai
Dengki dan dendam kesumat musnah
Biar keihklasan berbicara
Di dada hati luas saujana
Secerah Pawana-Nazrey Johani
Wednesday, September 21, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)